Dada ini
semakin bergetar hebat ketika ia yang dihadapanku menatap mataku dengan penuh
kehangatan. Darah pun berhenti berdesir kala ia memegang tanganku. Kami duduk
di sebuah café dengan alunan nada romantis. Setahun sudah kami berpisah
terhalang jarak yang membentang, namun
di malam ini kita bertemu kembali.
Dia mulai
membuka suara dan berkata , “Di saat kau tak ada hati ini begitu hampa. Namun seiring berjalannya waktu seseorang
hadir dalam kehidupanku, cintaku terlalu lemah untuk menahan kehadirannya. Dan
rasa itu mulai ada, maapkan aku yang tak bisa menjaga hati!”
Semua
alunan musik dan suasana itu hancur, hanya petir dalam badai yang menerjangku
begitu keras. Tanganku yang semula digenggamnya hangat kini dingin dan membeku.
Tak ada yang dapat aku katakan, tak ada makian yang dapat kulontarkan karena
sebenarnya cintaku pun telah rapuh. Waktu dan jarak mampu mengubah cinta
kami. Mungkin ini jalan kami,
ditakdirkan bukan untuk bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar