Sabtu, 26 Oktober 2013

Rapuh



Dada ini semakin bergetar hebat ketika ia yang dihadapanku menatap mataku dengan penuh kehangatan. Darah pun berhenti berdesir kala ia memegang tanganku. Kami duduk di sebuah cafĂ© dengan alunan nada romantis. Setahun sudah kami berpisah terhalang jarak yang  membentang, namun di malam ini kita bertemu kembali.
Dia mulai membuka suara dan berkata , “Di saat kau tak ada hati ini begitu hampa.  Namun seiring berjalannya waktu seseorang hadir dalam kehidupanku, cintaku terlalu lemah untuk menahan kehadirannya. Dan rasa itu mulai ada, maapkan aku yang tak bisa menjaga hati!”
Semua alunan musik dan suasana itu hancur, hanya petir dalam badai yang menerjangku begitu keras. Tanganku yang semula digenggamnya hangat kini dingin dan membeku. Tak ada yang dapat aku katakan, tak ada makian yang dapat kulontarkan karena sebenarnya cintaku pun telah rapuh. Waktu dan jarak mampu mengubah cinta kami.  Mungkin ini jalan kami, ditakdirkan bukan untuk bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar