Kamis, 22 Mei 2014

Delonix Regia BAB I


Zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan yang bernama Hastinapura, lahirlah tiga orang pangeran dari pasangan Raja Pandu dan Dewi Kunti. Mereka adalah Yudhistira, Bima, dan Arjuna. Raja Pandu sangat bahagia mendengar beRika kelahiran putranya itu. Kebahagiannya berlipat ganda setelah kemudian ia juga dikaruniai dua putra kembar Nakula dan Sadewa dari istrinya Madri. Namun, takdir berkata lain. Madri harus berpulang dari dunia, sehingga Nakula dan Sadewa pun diasuh Kunti.
Sedangkan di sisi lain, Gandari istri Dretarastra merasa cemburu mendengar Kunti telah dikaruniai tiga orang putra. Akhirnya ia memohon pada seorang pertapa sakti untuk mengabulkan permintaanya. Dengan bantuan pertapa sakti itu Gandari hamil dan melahirkan 100 putranya. Duryodana adalah anak sulung Dretarastra, yang kemudian disusul Dursasana dan ke-98 saudaranya.
Walaupun Drestarasta adalah saudara Pandu, tapi perseteruan antara putra Drestarastra dengan putra Pandu tak dapat dielakkan. Ksatria Pandawa yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa harus melawan para Korawa yang tak lain adalah putra Drestarastra.
Para Ksatria Pandawa memiliki kekuatan dan kehebatan. Yudhistira yang terkenal bijaksana, dan memiliki nilai moral yang tinggi. Bima dengan badannya yang kuat dan terkenal mahir dalam berperang. Arjuna yang terkenal paling tampan dan pandai memanah, ia juga pandai berperang. Nakula yang pandai memainkan pedang dan Sadewa yang pandai ilmu astronomi. Walaupun hanya lima orang, namun dengan kekuatan dan kehebatannya, Pandawa mampu melawan 100 orang Korawa,” seorang laki-laki yang sedari tadi berceRika tampak menghela napas dan menutup bukunya, ketika bel sekolah berbunyi yang diiringi suara gaduh anak didiknya yang kecewa. Namun seorang gadis kecil tampak mengacungkan tangannya.
Melihat anak didiknya mengacungkan tangan guru itu bertanya, “Ada apa Rere? Apa ada yang ingin Rere sampaikan?”
Denga antusias gadis kecil itu bertanya, “Lalu Pak, bagaimana Pandawa bisa melawan Korawa?”
“Nah, kalo mau tahu jawabannya, kita lanjutkan minggu depan. Sekarang bereskan perlengkapan kalian dan berdo’a, karena bel pulang sudah berbunyi,” ujar sang guru. 
Walaupun masih penasaran dengan ceRika Pandawa itu, tapi ketika mendengar jawaban dan perintah guru mereka, anak-anak segera membereskan alat tulisnya.
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar