Geometri oh
geometri. Ternyata aku harus berurusan denganmu diakhir kuliahku. Aku tahu ini
bukan salahmu. Ini resiko bagiku karena mnegambil matematika. Tapi tanpa sadar
aku malah berjalan ke arahmu, jika tidak mengapa aku harus mengambil garis
paralel sebagai materi dalam skripsiku. Ditengah kebingungan dalam dua pilihan
aku lebih memilihnya, dan dari kedua pilihan judul yang kubuat semuanya
berkaitan dengan geometri padahal aku membenci geometri. Mungkin ini yang
namanya jarak benci dan cinta itu sangat tipis.
Di tengah
munculnya rasa suka pada garis paralel dan aku pun sedikit demi sedikit mulai
menguasainya. Nyatanya, takdir tak berpihak padaku, peraturan berganti dan
materi itu tak ada dalam kurikulum lama. Aku pun berganti materi mulai melihat
lagi materi apa yang akan kuambil. Semua rencana ditata ulang, beberapa janji
terpaksa dibatalkan dan mungkin semua teman seangkatanku sama repotnya
denganku. Berapa kali pun membuka dan meresapi semua materi tapi tetap selalu
tertuju pada geometri. Akhirnya aku putuskan move on pada jenis dan besar sudut, okey masih geometri.
Sedikit demi
sedikit aku harus mulai menyukai materi baru ini. Tapi, kenapa aku masih tak
suka matakuliah geometri padahal tiga SKS. Seberapa besar berusaha tetap saja
itu tak berhasil. Ditambah lagi, ada bahasan irisan bangun ruang. Huaaaa.....,
mimpi buruk kelas III SMA terulang. Dari dulu aku tak bisa menguasai ini, daya
bayangku terlalu lemah bukan aku tak mau berusaha yah... Buktinya beberapa
pertemuan kemarin aku berusaha konsentrasi ketika dosen menjelaskan mengenai
irisan bangun ruang. Pada beberapa soal aku konsentrasi, oke aku bisa
konsentrasi penuh dan diakhiri dengan helaan nafas panjang karena masih tak
mengerti. Rasanya pengen menangis. Aku terlalu bodoh untuk ini.
Oh mata kuliah
ini menambah dosaku..., karena sering tak fokus dan berbisik dalam hati kenapa
harus seperti ini sih. Padahal udahlah ini bidang tak usah diiris-iris kan utuh
lebih bagus estetikanya. Maapku untuk dosen yang tak mampu memperhatikan dengan
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar